Musisi Brazil “Kaul” dalam Ujian Tingkat Tari 2018

Perceka. org – Perceka Art Centre mengadakan Ujian Tingkat Tari ke-18 tahun 2018, pada hari Minggu kemarin (14/01). Kegiatan ini bertempat di lobi utama Cianjur Citimall. Peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 24 orang siswa aktif dari total 50 orang siswa binaan bidang tari angkatan 2018, terdiri dari 10 siswa remaja dan 14 anak-anak. Tarian yang dipentaskan dalam ujian ini di antaranya Tari Kawit, Merak, Ronggeng Nyentrik, Sonteng, dan Tari Kelangan

Koordinator kegiatan Ujian Tingkat Tari 2018, Desi Endah Puspitaningsih menyatakan bahwa tempat penyelenggaraan sengaja menggunakan lokasi baru sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan dan mendekatkan masyarakat dengan seni tari tradisional Sunda. “Kami mencoba untuk lebih memperkenalkan tari Sunda ke masyarakat, juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk tampil di depan publik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pengelola Citimall Cianjur, Purbasari, dan Toko Restu Ibu yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ungkap Desi di sela-sela acara. 

Dalam kesempatan tersebut Marcelo Sotomayor, seorang warga negara Brazil yang telah belajar seni Sunda melalui Perceka Art Centre selama empat tahun, ikut tampil memainkan suling dengan diiringi kacapi. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Perceka Art Centre sangat baik untuk membina anak-anak dan mengarahkannya ke dalam kegiatan-kegiatan yang positif.

Penampilan Marcelo Sotomayor (paling kiri)

Marcelo, seorang musisi sekaligus berprofesi sebagai pendidik anak-anak di negaranya mengaku mendapatkan kesempatan yang sangat istimewa untuk dapat tampil di hadapan peserta anak-anak dan remaja, “Ini adalah momen special untuk saya,” tandasnya dalam bahasa Indonesia dengan aksen Portugis yang khas.

Untuk itu, Ketua Yayasan Perceka Art Centre, Tatang Setiadi, memberikan penghargaan khusus berupa piagam kepada Marcelo sebagai bentuk apresiasi atas usahanya mempelajari seni Sunda dan memperkenalkannya di Brazil.

“Sangat jarang orang yang mau belajar seni budaya Sunda dengan serius, apalagi orang asing seperti Marcelo dari Brazil. Selain mempelajarinya, Marcelo juga memperkenalkan seni Sunda kepada anak-anak didiknya di Brazil. Maka, kami merasa perlu untuk memberikan penghargaan istimewa ini sebagai ungkapan terima kasih dan untuk lebih memotivasinya. Selain itu, juga untuk lebih memotivasi seluruh peserta didik agar belajar dan berlatih lebih giat dan bersemangat,” ungkap Tatang saat memberikan piagam. (INS)    

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *